Nginx reverse proxy pada centos 7

0
1726

Hallo sobat sekolahlinux, kali ini saya akan coba membuat tutorial bagaimana cara membuat nginx menjadi reverse proxy sedangkan dibelakangnya sudah ada apache/httpd, sebelum lebih jauh mari kita mengetahui alasan kenapa sih harus ada sebagai nginx reverse proxy di depan, bukannya apache/httpd juga sama-sama aplikasi untuk webserver jadi buat apa harus cape-cape pasang nginx sebagai reverse proxy toh kalau fungsinya sama saja, nah daripada saya capek jelasinnya disini dan juga memang penjelasannya memang panjang jadi sobat bisa ke link ini untuk melihat  keunggulan dan kekurangan nginx https://goo.gl/CFZuaQ , namun yang pasti manajemen proses di nginx jauh lebih baik dibanding apache sehingga lebih menghemat RAM server kita apalagi jika server kita RAM nya kecil tapi trafiknya tinggi, oke back to topik langsung saja kita praktek.

pertama os yang saya gunakan pada tutorial kali ini adalah centos 7.x yang didalamnya sudah terpasang apache/httpd dan sudah berjalan dengan normal.

pastikan centosnya sudah update dan juga sudah terpasang epel repo

jangan lupa untuk disabled selinux

sebelum kita install nginx kita konfigurasi dahulu apache/httpd agar nantinya tidak terjadi port conflict.

lalu rubah port 80  menjadi 8080 dan juga tambahkan port 8081 yang akan di listen oleh apache/httpd, ouu iya penambahan port 8081 ini sebenernya optional saja jadi bebas mau ditambah atau tidak port 8081

lalu tambahkan rule ini dan letakkan dipaling bawah di file httpd.conf, karena saya menambahkan port 8081 maka saya membuat virtualhost untuk port 8081. tapi jika kalian tidak menambahkan maka silahkan dihilangkan.

jika sudah jangan lupa disave ya, selanjutkan kita akan install nginx serta konfigurasi agar menjadi reverse proxy

lalu jika sudah edit file nginx.conf

lalu beri tanda command beberapa rule sehingga menjadi seperti dibawah

jika sudah save file nginx.conf, lalu buat file sekolahlinux.conf

lalu isikan dengan rule seperti dibawah

jika sudah save file nginx.conf nya dan lalu restart apache/httpd dan nginx

untuk memastikan apakah port2nya sudah berjalan dengan baik tanpa ada conflict

jika diliat diatas port 8080 & 8081 sudah berjalan di program httpd dan port 80 juga sudah berjalan dengan baik di program nginx. untuk lebih memastikan kalian bisa melakukan pengecekan via browser, dan jadinya seperti dibawah

jagon1 jagon2 jagon3

nah pasti kalian penasaran gimana cara taunya kalau itu sudah, klik kanan >> inspect >> lalu klik network (1) >> reload browser/refresh >> klik ip/domain/host (2) >> klik header >> dan kalian akan melihat web server yang digunakan (3), dilihat pada no 3 di gambar dibawah web servernya sudah menggunaan nginx

jagoncheck

Sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat ya ? sebenernya itu hanya pengaturan standard jadi belum ada tuning macam2 mungkin kalian bisa juga membaca dari referensi dibawah ini untuk lebih lanjutnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here