High availability server dengan heartbeat + drbd di centos 6.x | Part 2

1
985

halo jumpa lagi dengan saya 😀 hehe, kali ini kita akan melanjutkan pembahasan tutorial High availability server dengan heartbeat + drbd di centos 6.x | Part 1, pada tahapan ini saya akan membahas tentang cara installasi heartbeat serta konfigurasinya untuk failover, oke langsung saja kita masuk ke pembahasan.

berikut ini ip yang akan digunakan pada masing-masing server

floating ip      : 192.168.1.5     <<– ip ini adalah ip bayangan biar lebih paham ikutin aja tutorialnya :D

node1.akbar : 192.168.1.10   <<– node1.akbar adalah nama hostname dari server1

node2.akbar : 192.168.1.20   <<– node2.akbar adalah nama hostname dari server2

setelah proses installasi selesai ketikkan command ini di kedua server

lalu ketikkan command ini hanya pada server1 / node1.akbar

dan ketikkan command ini hanya pada server2 / node2.akbar

ketikkan command dibawah ini pada server1

setelah memasukkan perintah di atas maka kita akan memiliki 3 file di dalam direktori /etc/ha.d/ yaitu authkeys, ha.cf, haresources. ketiga file diatas nantinya berguna untuk peletakkan konfigurasi heartbeat dan authentikasi server1 dan server2 agar dapat saling terhubung.

tambahkan perintah ini pada file authkeys dengan cara dibawah ini. file ini berfungsi untuk authentikasi kedua server untuk saling berhubungan

tambahkan perintah ini pada file ha.cf dengan cara dibawah ini, file ini berfungsi untuk mendaftarkan masing-masing node agar dapat saling berhubungan

tambahkan perintah ini pada file haresources dengan cara dibawah ini, file ini berfungsi untuk menetapkan mana server primary dan peletakan ip floating pada device eth mana.

jika kita sudah copy masing-masing file yang kita buat dan sudah kita tambahkan commandnya di server1 ke server2 dengan perintah

jika kita sudah melakukannya, sekarang saatnya menjalan hearbeat pada kedua server

coba lakukan ping dari pc lain yang terhubung ke server1 dan server2

 

PENGUJIAN

nah ini dia tahapan yang kita tunggu pengetesan berhasil atau tidak failovernya

buka browser anda yang ada di pc yang terhubung ke server1 dan server2, dan ketikkan ip 192.168.1.5

nanti di browser akan muncul tulisan

node1 server1 hidup

lalu coba matikan server1 shutdown servernya atau matikan heartbeatnya harusnya jika berhasil maka setelah dimatikan server1 nya ketika anda refresh browser yang akan muncul adalah tulisan

node1 server1 sedang down, saat ini anda ada di node2 server2

kenapa seperti itu? itu semua karena ip 192.168.1.5 yang tadinya aktif di server1 pindah aktif ke server2 karena heartbeat mendeteksi bahwa server1 down, dibutuhkan waktu sekitar 5 detik kurang lebih untuk aktif perpindahan ip floatingnya.

sekian tutorial dari saya, semoga bermanfaat 😀 kalau ada pertanyaan silahkan ditanyakan.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here