High availability server dengan heartbeat + drbd di centos 6.x | Part 4

0
1142

Sobat sekolahlinux kali ini kita akan membahas last part dari tutorial failover cluster pada server dengan menggunakan centos, ada baiknya sebelum masuk ke tahap ini sobat membaca tutorial dari part 1 agar tidak ada salah komunikasi antara kita haha :D, dibawah ini link dari tutorial sebelumnya

High availability server dengan heartbeat + drbd di centos 6.x | Part 1
High availability server dengan heartbeat + drbd di centos 6.x | Part 2
High availability server dengan heartbeat + drbd di centos 6.x | Part 3

pada tahapan ini kita akan menggabungkan feature heartbeat dan drbd sehingga menghasilkan sebuah system failover dengan mirroring didalamnya, berikut ini langkah-langkah yang harus sobat ikuti untuk mengaktifkan feature ini bersamaan.

tambahkan kode berikut pada file konfigurasi haresources di server1

[root@node1 ~]# cat /etc/ha.d/haresources
node1.akbar drbddisk::server Filesystem::/dev/drbd0::/sekolahlinux::ext4 IPaddr::192.168.1.5/24/eth0 httpd
[root@node1 ~]#

jika sudah copykan file haresources ke server2, jangan lupa cek file haresources pada server2 apakah sudah sama dengan server1

[root@node1 ~]# cd /etc/ha.d/
[root@node1 ha.d]# scp haresources root@192.168.1.20:/etc/ha.d/
root@192.168.1.20's password:
haresources                                                                                                                        100%   98     0.1KB/s   00:00
[root@node1 ha.d]#

jika sudah restart heartbeat di kedua server

[root@node1 ha.d]# service heartbeat restart
Stopping High-Availability services: Done.

Waiting to allow resource takeover to complete:Done.

Starting High-Availability services: Done.

[root@node1 ha.d]#
[root@node2 ha.d]# service heartbeat restart
Stopping High-Availability services: Done.

Waiting to allow resource takeover to complete:Done.

Starting High-Availability services: Done.

[root@node1 ha.d]#

lalu jalankan perintah ini pada ke 2 server service drbd status untuk melihat perbedaannya

server1

[root@node1 ~]# service drbd status
drbd driver loaded OK; device status:
version: 8.4.5 (api:1/proto:86-101)
GIT-hash: 1d360bde0e095d495786eaeb2a1ac76888e4db96 build by phil@Build64R6, 2014-10-28 10:32:53
m:res     cs         ro                 ds                 p  mounted       fstype
0:server  Connected  Primary/Secondary  UpToDate/UpToDate  C  /sekolahlinux    ext4
[root@node1 ~]#

server2

[root@node2 ~]# service drbd status
drbd driver loaded OK; device status:
version: 8.4.5 (api:1/proto:86-101)
GIT-hash: 1d360bde0e095d495786eaeb2a1ac76888e4db96 build by phil@Build64R6, 2014-10-28 10:32:53
m:res     cs         ro                 ds                 p  mounted  fstype
0:server  Connected  Secondary/Primary  UpToDate/UpToDate  C
[root@node2 ~]#

jika kita lihat jelas ada perbeda pada server2 dan server1 pada status drbdnya, server2 drbdnya sebagai secondary dan server1 sebagai primary, nah saatnya pengetesan, pada pengetesan kali ini matikan server1 dan kita lihat pada server2 dengan perintah service drbd status, dan jika benar maka hasilnya drbd pada server 2 akan langsung berubah sebagai primary

[root@node2 ~]# service drbd status
drbd driver loaded OK; device status:
version: 8.4.5 (api:1/proto:86-101)
GIT-hash: 1d360bde0e095d495786eaeb2a1ac76888e4db96 build by phil@Build64R6, 2014-10-28 10:32:53
m:res     cs            ro               ds                 p  mounted       fstype
0:server  WFConnection  Primary/Unknown  UpToDate/DUnknown  C  /sekolahlinux     ext4
[root@node2 ~]#

kenapa bisa seperti itu, itu karena pengaturan yang ada pada script heartbeat (authkeys ha.cf haresources) di kedua server.

oke untuk test bisa juga dengan membuka browser seperti yang tes kita lakukan di tutorial part1, atau bisa ping ke ip floting yang kita set di heartbeat ip 192.168.1.5.

sekian tutorialnya, selamat mencoba sobat 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here